Cincin  kawin dan pernikahan merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan. Seolah – olah pesta pernikahan tidak akan lengkap tanpa adanya cincin yang disematkan pada jari manis. Seperti pada film romantis, dimana adegan pernikahan adalah saling menyematkan cincin di jari manis masing – masing. Menyematkan cincin adalah hal yang paling sakral dalam sebuah pernikahan. Tidak jarang jika setiap wanita memiliki model cincin kawin impian. Dalam sebuah pernikahan, cincin adalah lambang cinta kedua insan. Maka tidak heran, saat memilih cincin pernikahan sedikit berat karena tidak adanya kecocokan antara keduanya. Berikut ini ada bahan dasar model cincin kawin yang dapat Anda gunakan sebagai referensi dan tentunya masih menghemat budget Anda.

Model cincin kawin dari emas

Emas merupakan bahan yang paling umum digunakan pada pesta pernikahan. Alasannya tidak lain adalah emas merupakan logan mulia yang sangat berharga. Bukan hanya model cincin kawin saja, tetapi juga model perhiasan lainnya. Banyak sekali model cincin kawin dari emas yang dapat menjadi referensi untuk pernikahan Anda. Namun yang perlu diingat adalah semakin rumit modelnya maka harganya juga semakin mahal. Selain itu, berat cincin juga sebagai penentu harganya. Umumnya, untuk cincin pernikahan menggunakan emas yang memiliki kadar emasnya sekitar 80% hingga 90%. Sebab, jika semakin tinggi kadar beratnya, maka akan semakin sulit untuk dibentuk. Dalam membuat cincin dari emas tidak bisa dengan kadar 100%. Karena bahannya yang sangat lunak maka perlu ditambahkan bahan palladium atau silver sehingga bisa dibentuk cincin. Jangan khawatir kena tipu, karena harga cincin nya tergantung dengan dengan kadar yang dibuat. Jangan lupa tanyakan sertifikat cincinnya karena sertfikikat tersebut sebagai bukti bahwa cincin tersebut dibuat dengan emas asli.

Model cincin kawin dari palladium

Cincin nikah dari palladium mungkin bisa menjadi referensi yang tepat untuk pesta pernikahan yang berbeda dari yang lainnya. Selain itu, cincin palladium bisa menjadi alternatif bagi pria muslim yang tidak diperbolehkan menggunakan emas sebagai aksesoris walaupun saat pesta pernikahan. Cincin palladium adalah jenis cincin yang digunakan saat pesta pernikahan sejak 1990 an dan masih tetap eksis hingga sekarang. Lagipula, cincin palladium masih memiliki kemiripan warna dengan emas putih. Hanya saja emas putih dapat berubah menjadi keemasan setelah dipakai lama. Berbeda dengan cincin palladium yang akan selalu berwarna putih. Namun, sayangnya cincin palladium tidak bisa dibentuk dengan model yang rumit, karena palladium termasuk logam keras.

Model cincin kawin dari perak

Bahan cincin dari perak ini lebih banyak digunakan sebagai model cincin kawin dan juga cincin pertunangan. Perak memiliki warna yang putih yang sempurna. Jika dipoles lebih baik lagi maka warna putih tersebut akan lebih elegan dan berkilau. Model cincin kawin dengan bahan dasar perak lebih banyak digunakan karena harganya yang relatif murah dibandingkan dengan cincin berbahan dasar lainnya. Anda bisa menggunakan cincin perak saat pesta pernikahan Anda dengan model yang Anda suka. Sebab, perak memiliki sifat yang lebih lunak sehingga mudah untuk dibentuk dan diukir. Maka memilih model cincin kawin dari perak mungkin sebuah pilihan yang tepat.

Dalam memilih bahan dasar cincin memang diperlukan perhatian khusus. Sebab, selera setiap pasangan pasti berbeda tergantung dengan nilai estetika mereka. Kemungkinan dalam memilih model cincin kawin Anda bisa memadukan dengan gaun pengantin atau dekor pernikahan mereka. Sehingga pernikahan mereka terkesan lebih indah dan mewah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *